Tulisan ini mengandung konten kekerasan, harap pembaca membaca tulisan ini dengan bijak.
Harap dimengerti bagi para pembaca sekalian, ini cuma khayalan yaa, bukan sebuah rekonstruksi dari apa yang pernah gw alami atau orang lain alami. Pure hanya khayalan. Dan itu pun belum tentu akan gw lakukan andaikan gw di dalam kejadian yang sama. Hehehe.
Pernah ga sih lo ngrerasa BT di tengah jalan raya karena tiba-tiba ada pengendara motor yang mengendarakan motornya dengan gila-gilaan dan hampir nyerempet lo?? Mungkin sering. Kalo gw? Sering banget.. Sampai gw punya khayalannya bakal gw apain orang yang seperti itu kalo sampai dia nyerempet gw. Gini kira-kira khayalannya :
Gw lagi nyantai bawa sepeda motor kesayangan gw itu di tengah kota yang kebetulan lalu lintasnya agak ramai. Bener-bener santai, hanya 40 kmph dan gw bawa di pinggir pula, sebelah kiri. Lalu tiba-tiba dari belakang gw denger deru knalpot motor yang membahana dan gw tahu pasti kalo orang yang bawa tuh motor lagi ngebut abis. Lalu tanpa gw sangka-sangka dan duga-duga orang yang gw tahu sedang ngebut itu tiba-tiba menyalip gw dengan dahsyatnya dari arah kanan gw hendak masuk ke arah kiri, dan yang ga bener-bener gw duga lampu rem belakangnya tiba-tiba menyala tanda dia sedang mengerem motornya. Adrenalin gw sontak naik ke ubun-ubun dan mengakibatkan refleks gw bekerja dan membuat gw menginjak pedal rem gw dalam-dalam. Meskipun gw hanya menjalankan motor gw dengan kecepatan 40 kmph, kalo tiba-tiba harus mengerem kayak gitu mau ga mau ban belakang gw, yang juga dijaga piringan cakram kayak ban depan gw, sontak berhenti, bukannya melambat dengan aman, dan akibatnya motor gw tergelincir dan akan sangat sulit bagi gw untuk mengendalikannya. "Jatoh deh gw..." pikir gw , dan masih dengan otak yang dikendalikan oleh adrenalin, gw menjatuhkan motor gw rebah ke sebelah kiri, "GUBRAK!!" jatuhlah gw beserta motor gw, dan karena masih ada sisa gaya ke depan yang dihasilkan oleh kecepatan motor yang sebelumnya mengakibatkan motor gw masih harus terseret di jalan aspal dan akhirnya menabrak motor si orang yang tiba-tiba menyalip gw tadi. Dan diapun jatuh, sama seperti gw, yang harus berguling kurang lebih lima kali di atas aspal kasar itu.
Setelah gw sadar bahwa gw udah jatuh dari motor gw, dan setelah adrenalin gw turun dari otak gw, gw mulai mencari bagian tubuh mana yang sakit karena peristiwa tadi, sambil rebahan di atas aspal. Gw menunggu sekitar 10 detik sambil terlentang di tengah jalan, menunggu stimulus rasa sakit dari entah luka atau memar yang ada di tubuh gw. Tidak ada. Artinya gw baik-baik saja. Gw pun bangkit, melepas helm dan membawanya di tangan kanan gw, lalu melakukan apa yang biasa dilakukan orang kalo jatuh dari motor, mengecek motornya apakah motornya baik-baik saja, dan gw pun berjalan, sedikit gontai, ke arah motor gw. Gw liat kaca spion kirinya pecah, dan sudah hampir pasti body sebelah kiri penuh dengan goresan karena menggaruk aspal kasar.
Lalu gw lihat si orang yang "tadi itu" sudah berdiri dari tadi dan sedang mendirikan motornya. Setelah motornya selesai distandar, dia menghampiri gw. Bukannya nanya apakah gw baik-baik aja, apalagi minta maaf, dia malah membuka helmnya dan mulai marah-marah. Ternyata masih muda, mungkin kisaran SMA, tebakan gw dalam hati waktu dia membuka helmnya dan menunjukkan muka marahnya ke gw. "Woi, buta tah loe? Ga bisa nyetir tah loe? Dasar goblok!!" sentaknya pada gw, mungkin lebih kepada usaha untuk teriak pada gw, karena suaranya kecil. Rasa takut gw karena peristiwa jatuh tadi lenyap sudah tak berbekas, namun ada yang lain yang nyampai di ubun-ubun gw, amarah. Gw balik berteriak, jauh lebih keras dan jauh lebih marah dibanding anak SMA itu, "Pake lagi helm lo!!!!!!" teriak gw. Dia yang dari tadi marah-marah tiba-tiba diam, mungkin sedikit takut mendengar teriakan gw, atau mungkin bingung kenapa disuruh memakai helm lagi. Tapi celakanya bagi dia, tak dipakainya helmnya lagi di kepalanya. Gelap mata karena marah, gw ayunkan helm gw yang sedari tadi gw pegang di tangan kanan gw ke arah ulu hatinya. Dia kaget tapi tak sempat menghindar, BUG!!!, dengan telak helm gw mendarat di perutnya. Akibatnya dia langsung jatuh berlutut sambil memegangi perutnya, mungkin karena sakit dan sulit bernafas. Helmnya yang jatuh di depannya gw ambil dan gw pasangkan helm itu di kepalanya. Kejadian berikutnya akan menjelaskan mengapa tadi gw suruh dia memakai lagi helmnya. Kepadanya yang masih jatuh berlutut kesakitan, gw ayunkan lagi dengan cepat helm gw yang masih gw pegang di tangan kanan ke arah kepalanya yang sekarang terlindung helm, BLETAK!!! kurang lebih begitu suaranya ketika dua helm itu beradu. Dia langsung terhuyung, mungkin tidak sakit, tapi pusing sudah pasti, "JANGAN!!!" teriak gw, keras, lalu kembali gw ayunkan lagi helm gw, masih ke kepalanya. BLETAK!!! "DIULANG!!!" lanjut gw, tentu saja masih berteriak dengan kerasnya. Dia kembali terhuyung, namun kini ke arah berlawanan, dan momentum itu gw manfaatkan dengan sekali lagi, untuk yang terakhir, mengayunkan kembali helm di tangan kanan gw kembali ke arahnya, yang gw tahu pasti mulai hilang kesadaran karena pusing. BRAKKK!!! kali ini bunyinya karena helmnya yang gw hajar sebanyak 3 kali pecah di bagian yang gw hajar terakhir, "LAGI!!!" teriak gw. Kali ini dia kembali terhuyung lalu jatuh terkulai di tanah, pingsan.
Dengan napas yang tersengal gw menatap anak SMA itu pingsan di tengah jalan. Lalu gw mulai sadar ternyata masyarakat sekitar nontonin gw sedari tadi, tapi mungkin ga ada yang berani untuk melerai kami, atau lebih tepatnya "melerai" gw. Masih dengan napas tersengal gw mendirikan motor gw. Benar dugaan gw sebelumnya, bagian kiri body motornya penuh dengan goresan. Lalu gw coba menekan starternya, ternyata hidup motornya. Lalu kembali gw melihat anak SMA itu masih tak sadarkan diri di sana. Timbul rasa kasihan dan bersalah dari gw. Gw hampiri lagi dia, gw buka helmnya, gw pegang nadi di lehernya, masih hidup kok, lalu gw celingukan, mencari seseorang, lalu memanggil "pak, pak, tolongin anak ini dong, saya mau pulang...". Lalu bapak yang gw panggil tadi mendekat lalu membantu gw meminggirkan anak itu ke pinggir jalan. Setelah anak itu di pinggir, gw kembali ke motor gw. Lalu dengan cuek bebek, memasang helm, memasukkan gigi 1, "ngengggg" gw pulang...
Ini Cuma Khayalan Yaa...
Diposkan oleh
Dias Kazuma
di
20:31
3
komentar
Agak Lebai...
Tahu ga sih loe kalau cinta itu sama aja seperti narkoba, seperti seks, mereka semua membuat loe kecanduan. Mereka bisa menimbulkan kerinduan yang meradang kala mereka alpa, tak hadir di kala loe membutuhkannya.
Bagi para user, mereka menjadi sakau, badan mereka menggigil, sakit bukan kepalang dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Bagi para "player" mereka mulai kelabakan, mau masturbasi sudah bukan jamannya lagi, "kayak anak kecil aja..." kata mereka, tapi benda diantara kedua kaki mereka itu sudah sangat membutuhkan pelampiasan. Bagi para pecinta, hati mereka diradang rindu, mungkin pada kekasih, belahan jiwa, atau istri mereka di rumah. Mereka menginginkan disegerakannya sebuah pertemuan, sebagai pelepas kerinduan, bukan untuk melepas nafsu binatang layaknya "player" diatas, namun sebagai ajang saling berkasih, menumpahkan kasih sayang, cinta mereka yang sudah membludak di dada dan tak tahu lagi harus ditampung dimana kecuali pada kekasihnya tercinta.
Tapi dalam kasus gw, lain sob... Gw bukan user yang lagi sakau sama narkobanya, gw (Alhamdulillah) bukan "player" yang sedang ingin menumpahkan birahinya, atau pecinta yang rindu bukan kepalang pada kekasihnya, bukan. Gw sedang rindu pada cinta. Pada perasaan cinta itu sendiri, gw sudah hampir lupa bagaimana caranya mencintai seseorang, terlebih lagi dicintai oleh seseorang. Gw sedang meradang, rindu bukan kepalang, tapi tak tahu pada siapa, tak tahu pada apa. Gw hanya ingin mencintai lagi, memberikannya pada seseorang perasaan gw yang sedang meluap-luap ini, dan gw janji, InsyaAllah, dengan "apa" yang gw punya ini gw akan membuatnya selalu tersenyum, selalu merasa ada yang memperhatikan, selalu ada kalau dibutuhkan, gw akan memberikannya cinta yang nyata, cinta yang ada, yang tak selalu terucap tapi akan selalu terasa, lewat kecupan ringan di kening kala berpisah, lewat genggaman tangan yang hangat kala dia resah dan gelisah, lewat pelukan nan nyaman kala ia merasa butuh untuk dilindungi, lewat belaian tangan di rambutnya yang indah kala ia butuh untuk merasa disayang, lewat sms selamat tidur yang mesra, lewat teduhnya pandangan mata dikala ia marah, lewat senyum yang akan selalu terkembang di bibir gw untuknya.
Tapi sekarang ia tak ada, dan gw hanya bisa rindu padanya, yang tak tahu dimana...
Aku rindu padamu...
Cinta...
Diposkan oleh
Dias Kazuma
di
11:42
2
komentar
SAW
Udah pernah nonton kan film Saw? Baik yg 1, 2, 3 ato 4? Nah, tadinya gw tuh ga kuat lho nonton tuh film, ngilu sampe ke sekujur tubuh kalo nonton tuh film, mgkn karena kekejaman yg diperlihatkan tuh film.
Tapi semenjak kemaren ada yang salah kirim sms ke hp gw dengan isi pesan "Yank, bla bla bla...", gw sekarang jadi suka bener nonton tuh film! Gw nikmatin kekejamannya dan gw hapalin tiap2 cara yg cukup simpel tapi sangat sadis untuk menyiksa orang. Gw jadi suka sama tuh film.
Doain gw yah gw ga harus mempraktekkan isi film itu ke "siapapun" itu.
Cuz the devil resides in me right now...
Diposkan oleh
Dias Kazuma
di
09:49
0
komentar
Mau apa sih kamu, Cinta...?
Aku ingin tanya sama kamu...
Apa karena aku ini begitu buruk rupa?
Apa karena aku ini begitu jahatnya sebagai manusia?
Apa karena aku ini begitu miskinnya?
Apa karena aku ini begitu bodohnya?
Atau...
Apa mereka begitu tampan dan cantiknya?
Apa mereka begitu lembutnya perilaku bak malaikat?
Apa mereka begitu berlimpah dengan harta?
Apa merika begitu cerdasnya seperti Einstein?
Bukan!?!?!
Lalu kenapa kau selalu mengecewakan aku?
Lalu kenapa kau selalu menyakiti hatiku?
Lalu kenapa kau selalu membuyarkan semua akal sehatku?
Lalu kenapa kau selalu mengkhianatiku pada akhirnya?
Lalu kenapa kau selalu membuatku merasa aku ini tak pantas untuk hidup lagi?
Hai!!
Kenapa kau diam?!?!
Jawab pertanyaanku!!!
Aku ingin jawaban sekarang juga!!!
Eh, kenapa kau malah pergi?!?!
Kenapa kau lari?!?!?!
Tunggu!!!
Hoi!!
Cinta!!!
Diposkan oleh
Dias Kazuma
di
20:14
3
komentar
Sedikit Tentang World of Warcraft part 2
Ini lanjutan dari posting sebelumya, gw cuma pengen ngejelasin dikit, World of Warcraft itu kayak apa siy...
Nah, gambar diatas itu gambar loginnya... Server yg gw gunain di sini adalah server offline. Namanya Mangos. Setting servernya gampang koq. Ga seribet RF Offline yg sampe sekarang masih aja ada yg pm gw gimana caranya nginstall tuh game... Ini versi patch yg kedua, yaitu Burning Crusade. Lv sampe 70, dan banyak item baru, skill baru dan tentu saja Map baru, Outland. Di sana ada Illidan dan pengkhianat Blood Elf, Prince Kael'thas lo...

Setelah login, kita masuk layar Character, ni char gw yg gw maenin sekarang, udah nyampe lv 60 (61 sekarang), disini kita bisa bikin Character yg kita inginkan, ada 8 bangsa yang tersedia disini, Human, Dwarf, Night Elf, Drainei, Orc, Tauren, Troll, dan Blood Elf. Dan ada bermacam2 Job yg tersedia di sini, mulai dari Paladin (kayak char gw), warrior, hunter, rogue, priest, mage, warlock, dan shaman.

Setelah loe pilih char loe, berikutnya lu langsung maen dan masuk ke layar interface kayak gini... Yah, bisa loe liat sendiri lah yaa...

Ini waktu gw masuk di Blackrock Mountain di Burning Steppes. Ketemu monster yg namanya 'lain', langsung gw hajar aja deh... Siapa tw dropnya okeh... Hehehe.
Sekian dulu deh, ntar gw lanjutin lagi kapan2 petualangan gw di dunia maya ini... Mungkin berikutnya gw akan ngejelasin fitur2 di World of Warcraft itu apa aja.. Ok?
C U.
Diposkan oleh
Dias Kazuma
di
15:01
0
komentar
Label: Gamemaniacs
Sedikit Tentang World of Warcraft Offline Part 1
Kurang lebih dua minggu yang lalu gw menginap di rumah seorang teman selama kurang lebih satu minggu. Untuk apa? Diskusi soal skripsi gw? Ga. Ngobrol-ngobrol aja? Ga juga. Maen game? Yup!! Gw sampe rela bawa2 pc gw beserta monitor gw ke rumahnya untuk maen game bareng. Maen game apa? Ga laen ga bukan, World of Warcraft Burning Crusade (yg versi offline tapinya.. hehehe). Selama kurang lebih satu minggu itu gw bener2 nyiksa badan tapi menyenangkan pikiran. Gimana ngga, terbangun 22 jam selama satu hari satu malam, mandi seminggu itu cuma 3 kali, makan ga teratur, bener2 kesiksa deh badan gw. Tapi pikiran gw bener2 senang, gw dibawa masuk kedalam dunia World of Warcraft yang tanpa batas itu. Gw mengeksplor semuanya, kalo dulu gw maen solo bisa nyampe level 57 dalam waktu 2 minggu, kemarin gw nyampe level 45 dan sudah menyelesaikan Uldaman hanya dalam waktu berapa coba? 4 hari!! Gila-gilaan, bener2 gila-gilaan. Tapi sayang kami hanya mampu mencapai level 45 dalam waktu 45 hari itu karena gw sudah ga bisa lagi menginap di tempat teman gw itu. Tapi kami bener2 puas. Keinginan dari dulu mau maen World of Warcraft nge-LAN akhirnya kesampaian minggu kemarin. Seenggaknya kami sedikit2 pernah mencoba ngerasain gimana nikmatnya maen tuh game secara online. Andaikan kami punya waktu sedikit lagi, pasti kami sudah menginjakkan kaki kami di Outland, map barunya Burning Crusade. Hehehe...
Sekarang gw kembali maen solo, mungkin ntar gw akan selalu mengupdate character gw yang gw maenin kesini... Tapi mohon jangan dihina yaa karena gw cuma bisa maen offline... Karena World of Warcraft itu mahal buat modal awalnya kalo mau maen server dunia...
Sampe ketemu lagi...
Diposkan oleh
Dias Kazuma
di
21:26
3
komentar
Label: Gamemaniacs
Have U Ever Lost Something so Worthy...?
Yeah i have...
Tau ga rasanya kehilangan sesuatu yang menurut loe sangat berharga buat loe...? Nih gw gambarin rasanya. Pertama-tama lu bingung, "kemana gw letakkan benda itu tadi?" lalu lu mencari ke sana kemari. Dan setelah lu sadar ternyata sesuatu itu telah hilang dicuri orang. Apa yang lu rasakan setelah itu? Rasanya darah yang ada di kepala hilang secara mendadak, dan mungkin itu yang kemudian membuat loe panik dan berpikir ga jernih. Kemudian, darah pun terasa hilang dari jantung loe, detak jantung melambat, dan ini mungkin penyebab pada kebanyakan orang pingsan. Lalu darah pun hilang rasanya dari tangan loe, menyebabkan tangan loe terasa dingin, lu menggigil, tapi bukan karena dinginnya cuaca atau udara.
Lalu loe akan mencoba mencubit atau menampar pipi, karena loe berpikir apakah ini cuma mimpi, tapi rasa sakit yang datang kemudian menyadarkan loe bahwa ini bukan mimpi, tapi ini kenyataan yang benar-benar terjadi.
Well, apa yang bikin gw tau sedetil ini tentang rasa kehilangan...? Yah, gini...
Gw baru aja kehilangan tunggangan gw si planet warna merah marun...
Hu uh, motor gw yang jupiter mx itu raib diambil orang waktu gw sedang asyik bertamu di tempat seorang teman...
Sedih, pasti. Kecewa, iyah. Mau bunuh diri, mmm ga nyampe segitunya kali...
Yah, orang-orang sih bilang, mungkin ini bukan rejeki gw, atau mungkin rejekinya nyampe di hari itu aja... Lagi-lagi, gw harus ikhlas...
Mudah-mudahan dengan ini Allah akan memberikan ganti yang jauh lebih baik... Amin.
Diposkan oleh
Dias Kazuma
di
12:36
3
komentar
