Sabtu, April 19, 2008

Ga ada kamu aku baik-baik aja

Mood curhat on neh...

Yah, mungkin yang kenal gw, bisa langsung tau ini postingan gw tujuin untuk siapa... Kenapa gw ngerasa kayak gini? Gw juga ga ngerti, kenapa "ikhlas" itu ga kunjung dateng ke hati gw. Gw ingin sekali ngerasain seperti apa yang Ade Suryani tulis di blognya, gw pengen bisa mengenang semua hal yang pernah gw jalanin sama dia tanpa emosi, tanpa harus ada secuil perasaanpun yang masih menggenangi dasar hati.

Tapi apa lacur, semuanya berantakan kala gw kembali lagi menatap wajahnya, menatap segala perubahan dari dirinya, dan menatapnya dengan keluh di dada "kenapa dia makin cantik aja setelah putus sama gw...?", kenapa rasa ini ga kunjung reda juga padahal sudah setahun berlalu sejak gw bubar jalan sama dia, kenapa Allah ngasih jalan kayak gini ke gw (tanpa maksud suuzon sama Sang Maha Pencipta), kenapa setelah semua luka yang ditorehnya pintu maaf gw selalu terbuka dengan lebar dan tak lama kemudian gw kembali meradang rindu dendam dan sejuta harap yang membuncah di dada... Hadoh!!! Gw ga ngerti....

Kaya' kemaren, waktu sebelum dia datang ke kampus, gw baik-baik aja, semua fungsi motorik dan sensorik gw lancar tanpa kendala. Gw bisa tertawa lepas dengan teman-teman gw, bisa ini, bisa itu, apa aja dah lu sebutin, ga ada masalah sama gw...
Tapi waktu dia hadir, akal sehat gw ilang, fungsi motorik dan sensorik gw terganggu semuanya, gw ga tahu apa gw harus duduk atau berdiri, gw ga tahu harus diam atau bicara, klo diam gw kaya' orang dirundung masalah atau kayak sedih ditinggal kucing kesayangan gw mati, klo bicara gw kayak orang kena penyakit gila no.1, yaitu gila sebenernya, gw jadi hilang kontrol diri, gw ga jadi gw di situ.

Padahal udah gw berdoa pada Sang Penentu Takdir hidup gw, setiap hari, 5 waktu. Dulu: "Ya Allah, klo dia jodoh ku dekatkan ia kepadaku, klo bukan jauhkan ia daripadaku...", udah kelihatan kayaknya jawabnya apa, dia bukan jodoh gw, terbukti dari semakin renggangnya hubungan gw sama dia. Sekarang: "Ya Allah, berikanlah padaku kekuatan ikhlas, dan berikanlah padaku kekuatan untuk dapat melupakan dia...", dan ini yang masih belum diijabah, dan, gw tersiksa dengan perasaan gw sendiri. Apa dia tahu, tidak. Apa dia perduli, boro2...

Yah, ginilah, gw juga bingung dengan diri gw sendiri...
Apa sih mau gw ini...
Ga tau...

Kamis, April 03, 2008

Obrolan kecil...

Tadi siang, di depan gedung c Fisip Unila tepatnya, gw dan temen gw ngobrolin tentang robot, karena kebetulan dia lagi baca artikel tentang perkembangan robot di Jepang. Ketika dia lagi asyik baca, gw nyeletuk "Mungkin ga sih ya, ntar bakal ada kejadian kayak di Matrix ato terminator? Dimana dunia ini dikuasain oleh robot? Dimana manusia ga lagi dominan tapi kekuasaan dipegang oleh para robot?" kata temen gw, "Mungkin, nih buktiya". Lalu dia bercerita tentang perkembangan robot di Jepang. Katanya sekarang Jepang sedang mengembangkan teknologi robot yang ditentang oleh seluruh dunia, kenapa? Karena robot itu nantinya akan menggunakan processor atau otak yang bisa berkembang dengan sendirinya. Waw, menakutkan yak??? Bisa dibayangin kayak mana kalo processor atau otak elektronik dengan artificial intelligence bisa berkembang sendiri, bisa mengembangkan program sendiri, membuat software sendiri, bisa2 nanti tiba2 alat militer kayak bom nuklir bisa dikuasain oleh para robot seperti yang kejadian kayak di terminator. Dunia manusia dihancurkan oleh bom nuklir, dan kemudian manusia punah, terus dunia dikendalikan oleh robot.
Dan kemudian kalo skenario lain terjadi, manusia perkembangannya dikendalikan oleh robot dan mesin, mulai dari reproduksi, makan, minum, dan semuanya dikendalikan oleh robot. Dan manusia hanya hidup di alam mimpi alias di dalam software bikinan robot seperti dalam film The Matrix. Hmm, mengerikan.
Yah, di jaman yang serba canggih kayak gini, apa sih yang ga mungkin dibikin oleh manusia? Perkembangan teknologi aja yang tadinya hitungan tahun, sekarang sudah masuk hitungan minggu. Minggu pertama dirilis teknologi A, tapi dua minggu kemudian sudah dirilis lagi teknologi B yang merupakan update dari teknologi A yang melengkapi dan memperbaiki celah yang ada di teknologi A. Kayaknya ga jauh lagi dari sekarang, teknologi yang semuanya mengandalkan kerja robot bakal terjadi, atau sudah terjadi? Atau teknologi komputer Artificial Intelligence yang ketika kita meninggalkan rumah tanpa terkunci saja, rumah itu sendiri yang manjaga dirinya? Apa itu juga sudah? Wah, gw ga tau lagi... Kita lihat saja nanti.

Rabu, Maret 12, 2008

I'm a rock!!!

Rasanya sekarang gw dah terbiasa terluka dan dikecewakan cinta. Karena gw dah berkali-kali nyoba dan berkali-kali gagal dalam hal yang satu ini. Setelah gw bubaran (bener2 bubaran, ga kontak2 lg, ga negor2 lagi...) sama mantan gw, gw mencoba lagi merajut cerita baru dengan berbagai rupa dan macam gadis...

Pertama, gw dikenalkan oleh teman baik gw dengan seorang wanita calon guru... Setelah berminggu-minggu hanya berhubungan lewat sms kita ketemu juga, waktu itu ketemuannya di Arto (sebelum Arto bangkrut). Kesan yang gw dapet setelah bertemu dan berbincang2 dengan gadis yang satu ini, gw ngerasa nyaman, sangat nyaman. Anaknya dewasa, keibuan, baik hati, ga neko2. Tapi kenapa yah, gw susah banget bisa sayang sama dia. Sekeras apapun gw berusaha untuk mencoba sayang ma dia, gw ga bisa. Gw hanya merasa nyaman aja di samping dia. Padahal itu sudah masuk bulan kedua setelah gw kenal dan jalan sama dia. Akhirnya hubungan itu terpaksa kandas di tengah jalan... Dia ga pernah ngehubungin gw lagi, dan gw juga sama aja.

Kedua, semenjak dari gw PKL di TVRI Jogja gw dah kenal deket, deket banget sama cewek berjilbab yang imut2 ini. Dia sanggup mengangkat gw dari keterpurukan karena hubungan masa lalu gw. Dia obati luka hati gw. Dia membuat gw yang sekarang mampu menghadapi cobaan karena cinta. Dia orangnya sangat dewasa klo soal menasehati tentang cinta kepada orang lain, meski dia juga sering gw nasehatin karena masalah cinta dia. Dia sangat manis dan imut. Gw sayang banget sama dia, sumpah sayang banget, tapi... sayang yang gw rasain ke dia ternyata hanya mentok seperti sayang gw ke adik kandung gw sendiri. Meskipun kita diomongin orang2 di sana sini bahwa kita jadian dan segala macemnya, kita tetep kukuh dengan pendirian itu. Ga ada secuilpun hasrat diantara kita berdua untuk saling memiliki satu sama lain. Gw sangat nyaman dengan keadaan ini dan diapun sama. Kita ga mungkin, camkan ini, ga mungkin untuk pacaran...

Ketiga, waktu itu secara iseng2 adek gw (adek gw yg beneran, Nadia) mengenalkan gw dengan salah seorang temannya, ini bener2 iseng. Eh, ternyata pas gw ajak jalan, dia pun mau. Dan pada hari sabtu itu kita jalan2. Dari pertemuan itu gw bisa langsung deket dengan anak ini. Dia sangat modis, bajunya rapi dan ga ketinggalan jaman (uptodate bener deh), maklum, anak dari Jakarta. Dan secara kepribadian dia pun orangnya sangat terbuka dan gampang akrab dengan siapa saja. Dan gw waktu itu secara cepat bisa langsung dekat dan akrab dengan dia. Dan ga lama2 pengen aja gw jadian ma ni cewek, padahal waktu itu kita baru seminggu kenal. Dan pada acara jalan kita yang kedua, gw ingin mengutarakan niatan gw ini. Tapi eh tapi, koq yang dia omongin di hari itu (sebenarnya di waktu sebelumnya juga... cuma gw aja yg cuek) selalu dan always tentang mantannya. Dia curhat berkepanjangan, ga berhenti2. Ngeliat gelagat ga baik gini, gw jadi ragu, dan akhirnya sampe sekarang niatan gw itu ga pernah tersampaikan. Setelah gw tanya2 sama adek gw, ternyata tuh cewek baru aja putusan... Yah, pantesan aja, pikir gw. Dan gw pun mundur teratur, gw ga mau cuma jadi pelarian doank...

Hmmm, mantan gw??? Duh, gw rasa dia udah bahagia dengan orang lain. Gw rasa dia sudah menjadi Aisyah yang menemukan Fahrinya. Gw denger2 dia udah punya seseorang yang selalu nyemangatin dia, selalu mensupport dan bisa membuat dia bangkit dan bersinar seperti yang dia inginkan selama ini. Buktinya, dia semakin terlihat cantik dan manis belakangan ini. Itu buktinya bahwa dia bahagia, dan gw bersyukur dengan itu. Dia bisa bahagia tanpa gw, terlebih tanpa gw. Gw cuma berharap dia bisa bahagia dimanapun dia berada dan dengan siapa saja.... Karena kebahagiaan dia adalah nikmat tak terkira bagi gw. Semoga Allah mengabulkan harapan gw ini. Amin.

Sekian aja dulu yak? Ntar di sambung lagi kapan2... C u.

Sabtu, Januari 19, 2008

Air Mata...

Hari ini gw nangis, sekencang-kencangnya, sejadi-jadinya...

Karena apa, dengan air mata itu, lepaslah semua kepedihan yang mengendap dan berkerak di dasar hati.

Dengan air mata itu, hati sekarang terasa tenang bagaikan matahari cerah yang menyembul dibalik awan mendung yang gelap yang telah menjatuhkan semua titik air hujan dan kilat petirnya ke bumi.

Sekarang, gw bener-bener ikhlas. Masa lalu memang sudah sepatutnya berlalu.

Hujan sudah reda,

Matahari datanglah...

23rd 12 2007

Train of Thought by Dream Theater

Kenapa sekarang gw ngebahas soal DT? Band progresif rock asal negeri Paman Sam ini emang sekarang selalu memenuhi playlist di setiap gw nyetel mp3. Tapi yang paling berkenan di hati gw ya album ini, train of thought.

Kenapa? Well, album ini jadi peneman sepi kala gw menjalankan kewajiban dari kampus yaitu PKL selama sebulan kemarin di Jogja. Gw sebenarnya denger tentang lagu As I am dari temen gw. Dia bilang koq suka DT ga tau As i am???

Yah, semua itu berawal dari kebosanan yang amat sangat waktu di kosan di Jogja. Ga ada kerjaan, ga ada TV, komputer, ato HP yang bisa mp3. Jadi gw sama temen setia gw di Jogja, One, memutuskan untuk menghabiskan waktu (dan duit) ke warnet. Keluar ke jalan Magelang, lalu melangkahkan kaki ke arah selatan sekitar 100m ketemulah sebuah warnet.

Karena emang di daerah itu, cuma ada satu itu warnet, yasudlah pikir kami. Dengan menggeser pintu dorongnya, masuklah kami ke dalam. Warnet itu terlihat agak sempit karena dipenuhi dengan bilik2 dari kain dengan rangka besi ukuran 1x2 untuk setiap komputernya. Tapi begitu melihat ke dalam biliknya, wew, sofa boy!! Beda ama warnet lainnya yang cuma nyediain kursi plastik.
Duduk, buka billing, well mulai surfing. Semenit, dua menit gw surfing baru keliatan tuh earphone nyangkut di tepi bilik. Wah, bisa sambil denger mp3 nih, pikir gw. Lumayan, buat ngilangin penat. Denger musik dulu ahh... Lalu buka WMP, pilih playlist, ada DTnya? Hmm, coba kita buka, Train of thought? Album baru? Dobel klik, As I am? Hmm, kayak yang diomongin temen gw, coba denger ahh, geret (apa bahasa bakunya yaa?) tuh 1 album, mulai main lagu As i am - nya.

Lagu ini emang cadas abis, dimulai dengan melodi bas yang lembut, tapi setelah itu, bow, dilanjutkan dengan suara gitar full distorsi dan dentuman drum yang membahana (ew bahasanya).
Well, pokoknya inti lagu ini adalah tokoh aku dalam lagu ini menginginkan orang2 di sekitarnya nerima dia apa adanya. "To those who understand, i extend my hand. To the doubtful i demand take me as i am. Not under your command i know where i stand, i wont change to fit your plan, take me as i am".

Ew, begitu gw baca lirik lagu ini di Lyrics.com dulu, gw teringat akan kisah hidup gw. Gw ingin diterima apa adanya, bener2 apa adanya oleh orang yang sangat gw sayang waktu itu. Karena dia orangnya sangat ga bisa nerima gw apa adanya. Gw selalu diarahkan untuk bisa sesuai dengan keinginannya. Bukan gw ga nyaman dengan maksudnya, dan gw ngerti bener, bener2 ngerti kalo maksudnya baik dan terpuji, dia selalu menginginkan yang terbaik untuk gw. Tapi ada satu yang dia ga bisa ngerti, kalo manusia itu berubah, kalo emang waktunya dia harus berubah, bukan dengan paksaan, bukan dengan rayuan maupun bujukan.

Ahhhh, sudahlah curhatnya. Balik ke Album Train of Thought. Well, album ini akhirnya selalu mengingatkan gw akan suasana Jogja. Panasnya terik matahari di siang hari, dinginnya angin di malam hari, ramah masyarakatnya, murah makanannya, ew semuanya deh. Gw jadi kangen lagi sama Jogja. Gw kepingin lagi berada di sana. Jalan2 sama temen2 di Malioboro, keliling2 Jogja naekin satu2 angkot dan busnya sampe nyasar, belanja buku murah di Shopping di selatan Malioboro, jalan2 ke mall terbesar di Jawa Tengah, Ambarukmo plaza, Well, semuanya deh!!!

Hehehe, mungkin suatu saat nanti gw akan balik lagi kesana, mungkin bekerja dan menetap di sana? Amin. Doakan aku yaa...

Senin, Desember 10, 2007

Skripsi... Kenapa sih harus ada yang namanya SKRIPSI???

Bagi mahasiswa Unila kita tercinta yang hendak menyelesaikan studinya, diharuskan kepadanya untuk menyusun sebuah karya tulis yang dinamakan skripsi. Nah, gw asumsikan lu semua pada tau apa itu skripsi, tapi gw juga bisa mengasumsikan ga lu semua tau gimana skripsi itu bikin para mahasiswa banjir keringat dan nangis darah!!!

Mungkin kita semua pada awalnya punya gambaran ideal tentang ke arah mana penelitian kita akan berjalan, tul?? Ya iyalah!!! Nah, yang bikin paleng dan bener2 paleng, kadang2 gambaran sempurna penelitian kita itu mental semuanya ketika kita bimbingan sama dosen. Ini yang sekarang gw alamin. Semua gambaran ideal gw tentang penelitian gw mental semua sama dosen pembimbing gw dengan alasan ga ada signifikansinya penelitian gw itu dengan lingkungan sosial masyarakat sekitar kita. Mau dengan alasan apapun gw berargumen, tetep aja semua alasan gw mentah dan gw hanya bisa manggut2 kayak kambing... Hhhhhh..

Ada lagi temen gw yang lebih parah, dia udah nyampe seminar, dan pas seminar proposal atau seminar 1, dia kena bantai sama dosen pembahasnya. Ujung2nya, skripsinya mandek sampe sekarang (udah 2-3 bulanan mandek), dan pas gw tanya gimana progres skripsinya, dia cuma bilang, "santai...". Hhhhhh...

Ada satu lagi temen gw yang dipaksa oleh dosen pembahas yang sama untuk mencari literatur yang menurut gw sebenarnya ga perlu. Bahkan dosen pembimbingnya pun setuju dengan pendapat temen gw itu tentang ga berapa pentingnya literatur itu karena literatur yang dipunyainya sudah cukup lengkap. Tapi yang namanya dosen pembahas ya tugasnya harus nyari kesalahan... Atau cuma di komunikasi doank yaa??? Akhirnya, dia terpaksa mencari literatur itu, dan yang ditemuinya literatur berbahasa inggris, ew, semangat yah...

Ahhhh, sudahlah, akhirnya kita semua harus ngejalanin yang namanya skripsi kalo mau lulus dari unila ini... For all, keep up ur spirit...

Jumat, November 02, 2007

Temen TK?!?!?!

Hal yang cukup mengherankan terjadi lagi dalam hidup gw. Kejadian ini kurang lebih pada hari selasa 31 oktober 2007 kemaren.

Waktu itu gw lagi pening-peningnya ngurusin yang namanya outline gw yang lagi nyangkut di kajur gw, udah beberapa hari masa ga diliat2, ga dibaca2, boro2 diacc. Ah sudahlah. Nah, pas gw keluar dari ruang jurusan, tiba2 ada seorang gadis yang negor gw, "Dias ya? Dias Marendra?" tanya gadis itu pada gw. "Iya" gw dengan polosnya menjawab. Lalu prosesor gw mulai kerja, berusaha menscan hardisk gw dan mencari data tentang siapa gerangan nih cewe. Kulitnya agak hitam, dengan pakaian casualnya, dan duduk berselonjor dikelilingi teman2nya. Pikir gw klo bisa inget nama gw segitu benernya sekali tebak, nih anak pasti kenalan gw SMA. Ternyata gw salah. "Pernah tinggal di Beringin Raya kan? Pernah sekolah di SD Beringin Raya kan?" Lanjutnya. "iya" gw lagi2 menjawab dengan polos dan muka agak dongo. Gimana nggak, prosesor gw dipaksa bekerja makin tinggi ke arah hampir 90% untuk cuma nginget2 siapa nih anak... Temen SD? Pikir gw dalem hati, bused, gila juga nih anak bisa inget detil nama gw segitunya. Dan lagi2 gw salah. "Gw temen TK (TK!!! TK!!!) loe, Rosi, inget ga ama gw??" Lanjutnya.

"Bwahahahahahahahahahahaha!!!!" Semua temen2nya sontak ketawa. Ya gimana nggak, temen TK kok bisa inget segitunya. Gw ga ikut ketawa, gw mikir. Klo ga pernah gw perkosa nih anak (ya nggak lah!!! Wong gw TK itu taunya Google V, ato Gaban, ato Sarivan, dan seinget gw tuh film2 tokusatsu ga ada adegan mesumnya deh...) atawa nih anak pernah naksir gw (Gile lo Ndro!!! Anak ingusan sepiyik itu masa dah ngerti yang namanya cowo??? Paling cuma Barbie, itu juga klo udah ada Barbie di tahun 1989???) ga mungkin nih cewe bisa inget gw segitunya...

Yah, gw cuma bisa takjub terhadap daya inget si Rosi ini...

Sukses ya Ros...