Minggu, Januari 30, 2011

Surat untuk seorang gadis...

Teruntuk kamu, yang pernah hinggap di hatiku..

Perjumpaan kita waktu itu, sungguh tak bisa dihapuskan dari ingatanku. Mungkin kamu tak pernah tahu kapan waktu yang sungguh berkesan bagiku itu. Waktu itu kamu sedang duduk sendiri di depan gedung kampus kita. Angin kemarau yang sejuk itu berhembus di wajahmu, membelai manja rambut panjangmu yang indah itu. Aku yang waktu itu sedang asyik berbincang dengan temanku, terkesiap melihat betapa indahnya dirimu yang sedang menyisir rambut lurus itu dengan jari lentikmu..

Aku sudah tak perduli lagi dengan temanku pada waktu itu. Fokus perhatianku cuma satu. Kamu. Kamu yang sedang duduk dua meter di depanku. Kamu dengan segenap keindahanmu. Kamu yang tak sadar, betapa aku telah jatuh hati akan cara dudukmu, berdirimu, berjalanmu, semuanya tentangmu..

Setelah itu, aku bak diradang demam setiap harinya, siang ataupun malam. Aku haus akan hadirmu. Aku dahaga akan indahnya wajahmu. Aku rindu akan lembutnya lakumu. Aku mulai bertanya-tanya. Inikah cinta? Inikah yang diidam-idam oleh setiap manusia di dunia ini? Namun, kenapa cinta ini terasa begitu sepi? Kenapa cuma aku yang merasakan hal ini?

Sama seperti kebanyakan orang, rasa ingin memiliki itu pun datang. Rasa yang begitu menggebu. Yang membuat jantungku seperti hendak loncat dari dadaku setiap aku melihat wajahmu. Begitu inginnya aku agar kau tahu, bahwa aku punya sejuta rasa cinta terhadapmu. Aku ingin membuatmu bahagia, karena kau telah membuatku bahagia, di setiap hadirmu di depan mataku.

Namun, kebahagiaan itu pun akhirnya lenyap dengan seketika. Saat aku tahu bahwa kamu sudah ada yang punya. Seketika itu pun semua berubah. Angan indah itu pun musnah. Harapanku untuk bisa bahagia denganmu pun punah. Rasa cinta pun akhirnya berujung pada pasrah..

Namun, satu hal yang masih kuniatkan di hatiku. Aku ingin kamu tahu, bahwa aku pernah memiliki rasa itu. Rasa yang kini sedang kubunuh pelan-pelan. Agar kemudian tak menjadi obsesi yang tanpa arah.

Akhirnya kunyatakan juga rasa itu kepadamu. Meski cuma lewat sebaris teks di pesan singkat. Biar. Biar saja dunia menganggapku pengecut atau apa. Karena cuma itu yang bisa kulakukan. Karena memang, aku tak berani menatap wajahmu ketika mengatakan tiga kata itu, "aku cinta padamu"...

5 komentar:

ea_12h34 mengatakan...

whuaaa lucu, nice. simple but *jleb nendang :)

ps. mang buat sapa nih yas? uhuk..

Dias Kazuma mengatakan...

Hehehe, thanks for the comment.. ^_^

Soal siapanya, ini gw tujukan kepada setiap gadis yang namanya pernah tergetar di hati gw.. Hehehe...

ea_12h34 mengatakan...

klo begitu lu masih punya utang, surat cinta buat gw :)) hahahaha

btw gw serius ini indah titik! lain kali klo nembak cewek pake tulisan ajah yas sapa tau peruntungan lu membaik :))

Dias Kazuma mengatakan...

Jiakakaka.. Oke dah.. Tar gw bikin lagi surat buat elu.. Tapi sabar yaa..

Soal nembak pake surat, apa masih jaman Ma..? Masih bisa kena apa..?
Anak2 jaman sekarang kan hidupnya berputar pada materi.. Mana bisa cinta mereka dibeli hanya dengan kata2..?

ea_12h34 mengatakan...

udah gw bahas di FB males ngulang lagi :P